Cerita Motif Batik
Menjelajahi makna mendalam dibalik motif Kalimantan kontemporer yang dipadukan dengan kearifan lokal pewarnaan alami kayu Bangkirai.


Royal Kelubut
Filosofi Motif
Royal Kelubut merupakan eksplorasi visual Batik Zahro yang mentransformasikan ornamen khas Dayak Kalimantan Timur dalam komposisi batik kontemporer yang adaptif. Melalui stilasi sulur etnik dan elemen floral, motif ini merepresentasikan kemuliaan budaya, pertumbuhan, serta kesinambungan nilai lokal dalam estetika modern, menjadikannya identitas wastra yang elegan sekaligus relevan untuk lintas generasi.
Lelana Rotan Dayak
Filosofi Motif
“Lelana Rotan Dayak merepresentasikan perjalanan hidup yang lentur namun kuat, terinspirasi dari rotan Kalimantan sebagai simbol ketahanan, persatuan, dan akar budaya Dayak. Dipadukan ornamen etnik serta elemen floral, motif ini menjadi representasi harmoni antara tradisi, pertumbuhan, dan semangat masa depan Kalimantan Timur.”




Buah Nipah
Filosofi Motif
Melambangkan ketangguhan, pertumbuhan, dan harmoni antara manusia dengan alam pesisir. Terinspirasi dari pohon nipah yang menjadi bagian penting ekosistem mangrove Balikpapan, motif ini merepresentasikan semangat menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengangkat potensi lokal sebagai identitas budaya yang bernilai dan berkelanjutan.
Proses Pewarnaan Kayu Bangkirai
Limbah Serbuk Kayu BangkiraI
Kami memanfaatkan limbah serbuk kayu Bangkirai dari hasil pengolahan kayu sebagai bahan pewarna alami yang ramah lingkungan dan bernilai guna.
Ekstraksi Pewarna Alami
Serbuk kayu Bangkirai direbus selama 2-3 jam untuk menghasilkan ekstrak tanin yang pekat sebagai bahan pewarna alami pada kain batik.
Pembuatan Motif Batik
Pengrajin membuat motif batik secara manual menggunakan canting dan lilin malam panas untuk membentuk pola pada kain.
Pencelupan Berulang
Kain menjalani proses pencelupan alami sebanyak 10-15 kali untuk menghasilkan warna yang diinginkan.